Kembali
Cara Mencatat Laporan Bug dari Pelanggan Biar Cepat Diperbaiki
Blog 02 Jul 2026 by Admin

Cara Mencatat Laporan Bug dari Pelanggan Biar Cepat Diperbaiki

Laporan bug seperti "kak websitenya error" atau "checkoutnya nggak bisa" membuat developer bingung harus mulai dari mana. Laporan yang jelas menghemat 50% waktu perbaikan karena tidak perlu tebak-tebakan.

Format Laporan Bug yang Jelas dan Cepat Dipahami

Gunakan format 5 bagian ini, bisa di Google Form atau di WA dengan template:

  • Judul singkat - 1 kalimat yang menjelaskan masalah: "Checkout gagal saat pakai kupon 50% di HP Android"
  • Langkah reproduksi - langkah 1,2,3 sampai error muncul. Contoh: 1. Buka produk A, 2. Tambah ke keranjang, 3. Masukkan kupon DISKON50, 4. Klik bayar, 5. Muncul error putih
  • Hasil yang diharapkan vs yang terjadi - Harusnya: kupon terpotong dan bisa bayar. Nyatanya: halaman putih error
  • Screenshot atau video - foto error atau rekam layar 15 detik sangat membantu daripada deskripsi panjang
  • Info lingkungan - HP Android / iPhone, browser Chrome / Safari, jam kejadian, akun yang dipakai jika perlu

Contoh Laporan Buruk vs Baik

Buruk: "Kak tokonya error, tolong benerin ya"
Dampak: developer harus tanya balik 5 pertanyaan, bolak-balik chat, waktu habis untuk tanya bukan perbaiki.

Baik: "Checkout gagal saat pakai kupon DISKON50 di HP Android jam 10.05. Langkah: buka produk daster sage L - tambah keranjang - pakai kupon DISKON50 - klik bayar - muncul halaman putih. Harusnya potong 50% dan lanjut bayar. Screenshot terlampir. Akun rina@gmail.com, Chrome Android."

Dari laporan baik, developer bisa langsung reproduksi tanpa tanya balik dan fix lebih cepat.

Cara Prioritaskan Bug

  • Kritis - checkout tidak bisa, website down, data hilang. Harus diperbaiki hari ini, tunda yang lain
  • Tinggi - fitur penting error tapi ada workaround, misal kupon 50% error tapi kupon 10% jalan. Perbaiki minggu ini
  • Sedang - typo, warna salah, tidak menghalangi jualan. Perbaiki 2 minggu ke depan
  • Rendah - ide improvement, bukan bug. Masukkan ke wishlist, bukan bug list

Tools Simpel yang Tidak Perlu Mahal

  • Google Form dengan 5 pertanyaan format di atas, link share ke tim CS untuk isi saat ada laporan dari pelanggan
  • Trello dengan label kritis, tinggi, sedang, rendah, dan kolom To Do, Doing, Done
  • Template WA untuk CS: "Kak boleh tolong screenshot errornya, pakai HP apa, jam berapa kejadiannya, langkahnya gimana sampai error? Biar kami cek cepat"

Tugas untuk tim CS: Buat template WA tanya bug 4 pertanyaan: screenshot, langkah sampai error, HP dan browser, jam kejadian. Pakai template ini tiap ada laporan bug, bukan hanya "oke kak kami cek". Dengan template, laporan jadi jelas dan developer tidak perlu tanya balik banyak.

Penutup

Laporan bug yang jelas menghemat waktu developer dan membuat perbaikan lebih cepat. Gunakan format judul, langkah reproduksi, harapan vs kenyataan, screenshot, info lingkungan. Prioritaskan kritis dulu. Dengan format yang sama, komunikasi antara CS dan developer jadi lancar dan tidak ada yang terlewat.

Bagikan artikel ini

Komentar (5)

Anonim 24 Jul 2026, 19:59

Laporan bug dari pelanggan sering kelewat di chat, ketumpuk

Novi 21 Jul 2026, 14:40

Bug kalo dicatat rapi fixnya lebih cepet, bener

Irfan 14 Jul 2026, 00:16

Format catat bug yang enak dibaca developer gimana ya?

Admin Admin 14 Jul 2026, 10:07

Format enak dibaca developer: judul singkat 1 kalimat, langkah reproduksi 1 2 3 sampai error, harapan vs kenyataan, screenshot atau video 15 detik, plus info HP browser jam akun. Contoh: Checkout gagal pakai kupon DISKON50 di HP Android jam 10.05.

Anonim 07 Jul 2026, 21:12

Gw screenshot + tulis langkah reproduksinya, dev jadi cepet paham