Framework Prompt RTF dan CRISPE untuk Hasil AI Lebih Stabil
Kadang AI terasa pintar, kadang terasa seperti anak magang yang baru masuk. Hari ini caption-nya bagus. Besok kalimatnya kaku. Lusa malah kepanjangan dan muter-muter. Biasanya bukan karena modelnya tiba-tiba bodoh, tapi karena prompt-nya berubah-ubah.
Framework seperti RTF dan CRISPE membantu supaya kamu tidak mulai dari kalimat kosong terus. Anggap saja seperti format order: kalau kolomnya lengkap, hasilnya lebih gampang dicek.
RTF: Role, Task, Format
Paling ringkas. Cocok chat, caption, email pendek.
- Role - siapa AI-nya. Contoh: admin toko daster yang ramah, sudah 2 tahun menangani komplain
- Task - apa yang dikerjakan. Contoh: balas pembeli kecewa kiriman telat 2 hari
- Format - bentuk hasil. Contoh: 3 kalimat, bahasa WA, tanpa emoji berlebihan, tawarkan voucher 10 ribu
Contoh utuh: "Kamu admin toko daster. Tugasmu balas pembeli yang kecewa kiriman telat 2 hari. Format: 3 kalimat, minta maaf tulus, kasih nomor resi, tawarkan voucher 10 ribu, nada tenang, jangan nyalahin kurir di depan pembeli."
CRISPE: Kalau Kerjaannya Lebih Besar
- Capacity/Role - peran AI, misalnya admin toko atau penulis SOP
- Request - permintaan utama, jangan dicampur lima tugas
- Insight - konteks toko, data, dan batasan stok
- Statement - aturan yang tidak boleh dilanggar
- Personality - nada suara brand
- Experiment - minta 2-3 opsi kalau perlu
Pakai CRISPE saat bikin SOP, rangkaian email 7 hari, atau rencana konten bulanan. Memang lebih panjang di awal, tapi revisinya biasanya jauh lebih sedikit.
Contoh CRISPE Singkat untuk SOP Retur
Contoh gampang: "Kamu admin operasional toko fashion. Buat SOP retur 7 hari. Retur hanya berlaku kalau tag masih nempel, ongkir retur ditanggung pembeli kecuali salah kirim. Jangan janji refund instan. Buat versi checklist 1 halaman." Lebih manusia, lebih jelas, dan tidak terasa seperti rumus hafalan.
Kapan Pakai yang Mana
- RTF - chat, caption, subject email, ide cepat
- CRISPE - SOP, artikel, training karyawan, campaign plan
Tidak usah paksakan CRISPE untuk tanya "ongkir ke Bogor berapa" yang jawabannya sudah ada di FAQ. Overkill.
Simpan Jadi Template, Bukan Hafalan
Tulis 5 RTF siap pakai di Notes: balas tanya size, balas resi, caption produk, email thank you, minta review. Tinggal ganti detail. Tim baru ikut pola yang sama, nada toko tidak liar.
Latihan 10 menit: Ambil 1 kerjaan berulang minggu ini, tulis versi RTF-nya, tes ke AI, simpan yang paling jarang kamu edit. Besok tidak mulai dari nol lagi.
Contoh RTF untuk Caption Flash Sale
Role: salinwriter toko fashion lokal yang tidak suka hard sell.
Task: caption flash sale daster sage 24 jam.
Format: max 70 kata, sebut harga lama dan baru, stok real 12 pcs, ajakan DM "SALE", tanpa kata buruan berulang.
Kalau hasil masih berteriak, tambah statement: "nada seperti kabarin teman, bukan spiker mall." Satu baris itu sering meredam nada sales kasar.
Kesalahan Umum Pemula Framework
- Role terlalu generik: "kamu AI pintar"
- Task numpuk 5 pekerjaan sekaligus
- Format tidak disebut, lalu heran hasilnya esai
Perketat tiga bagian itu dulu sebelum pindah teknik yang lebih advanced.
Penutup
Framework bukan sihir. Cuma checklist biar prompt tidak bolong. RTF untuk harian, CRISPE untuk proyek. Konsisten pakai 1 minggu, kamu akan jarang bilang AI-nya jelek, dan lebih sering bilang prompt-ku kurang lengkap. Itu kemajuan yang beneran kepakai.
CRISPE agak panjang tapi hasilnya stabil banget
Bedanya sama chain of thought apa ya?
Ada contoh untuk bikin SOP retur?
RTF gampang diingat, langsung dicoba buat email